Kabar Baik Lagi Bagi Pecinta Kripto, Berani Baca?

Regulator perbankan Amerika Serikat (AS) diberitakan sedang membuat road map yang memungkinkannya bank AS dapat turut serta dalam asset cryptocurrency (uang kripto).

Ini diutarakan oleh Jelena McWilliams pimpinan Federasi Depsosit Insurance Corporation. Di Indonesia tubuh ini seperti Instansi Penjamin Simpanan (LPS), seperti diambil dari Reuters, Rabu (27/10/2021).

Disebutkan salah satunya yang dibahas ialah ketentuan yang lebih terang mengenai peluang bank untuk menggenggam cryptocurrency untuk memberikan fasilitas perdagangan client, memakainya sebagai agunan utang, atau bahkan juga menggenggam cryptocurrency dan dicatat di neraca keuangan bank seperti asset tradisionil yang lain.

"Saya berpikir kita perlu meluluskan bank di ruangan ini, sekalian mengurus dan memitigasi resiko secara tepat," tutur Jelena McWilliams.

"Bila kita tidak bawa kegiatan ini ke bank, cryptocurrency akan berkembang di luar bank... regulator federasi tidak bisa mengendalikannya."

Beberapa bank AS dijumpai sudah masuk ke cryptocurrency tanpa atuaran yang terang. Awalnya bulan ini, US Bancorp umumkan penyeluncuran service penyimpanan cryptocurrency untuk manager investasi institusional.

"Arah saya dalam barisan antara instansi ini pada intinya untuk memberi jalan untuk bank untuk bertindak selaku penjaga asset ini, memakai asset kripto, asset digital sebagai beberapa wujud agunan," ungkapkan Jelena McWilliams.

"Di suatu saat, kami akan tangani bagaimana dan pada kondisi apa bank bisa meredam cryptocurrency di neraca mereka."

"Permasalahannya ialah... penilaian beberapa aset ini dan fluktuasi nilainya yang nyaris terjadi tiap hari," tutur Jelena McWilliams. "Anda harus putuskan tipe modal dan tindakan likuiditas apa yang hendak didistribusikan untuk pemilikan neraca semacam itu."

Post a Comment

أحدث أقدم